Hakekat Dosen dalam Proses Belajar Mengajar ( How to Learn Bukan Hanya How to Teach )

D.A Soetisna

Abstract


Pada dasarnya pendidikan bukan hanya merupakan upaya pembebasan diri dari kebodohan, dan ini dikaitkan dengan semakin lajunya pembangunan ke taraf kehidupan yang lebih baik. Disadari atau tidak dunia pendidikan kita telah melibatkan segenap aspek kemampuan yang ada. Salah satu aspek yang perlu dipikirkan adalah kualitas dosen, sebab senantiasa bergelut dalam dunia pendidikan.
Pada umurnnya suatu jenis pekerjaan akan dapat direalisasikan dengan baik manakala orang tersebut memiliki kemampuan yang nyata dalam bidangnya, ini erat kaitannya dengan keterampilan kerja yang dimilikinya sebagai tingkatan yang paling dasar dan sederhana. Berbagai kegiatan yang dikerjakan secara berkesinambungan dengan menggunakan teknik dan prosedur tertentu dapat menjamin keterampilan kerja yang dimilikinya, juga berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat teknis.
Suatu profesi ditandai dengan adanya keterampilan kerja, karena memang lebih banyak menekankan pada keahlian dibidangnya. Ini dimaksudkan bahwa seseorang yang menyandang predikat profesi selalu melandaskan pekerjaannya pada intelektual yang dimilikinya dengan berpijak pada konsep dan teori tertentu sehingga apa yang dikerjakannya selalu bersifat penalaran.
Profesi dosen adalah salah satu diantaranya, walau kadangkala profesionalisasi itu dirasakan sangat kontrovesial. Disatu pihak jabatan ini menuntut berbagai persyaratan tertentu sebagaimana layaknya profesi yang lain, dilain pihak masih saja terdapat yang memang atau tidak memiliki berbagai
persyaratan yang diperlukan bahkan lebih ironis lagi kadar atau bobot yang disandangnya lebih rendah dari yang tidak menyandang profesi itu.
Jika ditelusuri lebih jauh profesi ini masih merupakan sesuatu yang ideal, ini semua dikaitan dengan tujuan pendidikan. Keahlian seorang dosen yang terbina secara profesional belum dapat menjamin sepenuhnya bahwa cara-cara kerja atau metoda yang digunakan dalam proses interaksi belajar mengajar akan membawa mahasiswa dalam mencapai hasil yang diharapkan. Dengan kata lain proses belajar merupakan hal yang kompleks yang melibatkan segenap kemampuan yang ada, terlebih lagi bila menginginkan hasil belajar mengajar yang lebih baik.
Untuk tercapainya suatu proses belajar mengajar dengan baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: profesi dosen, perkembangan dan pertumbuhan mahasiswa, tujuan dari pendidikan dan pengajaran yang berpangkal pada filsafat hidup masyarakat dan program pendidikan atau kurikulum (Umar Hamalik 1982:87). Aspek-aspek tersebut hendaknya diperhatikan dalam melaksanakan proses interaksi belajar mengajar.

References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.