Obesitas (Kegemukan)

Jo Suherman

Abstract


Orang gemuk (obese) cenderung meninggal lebih muda daripada orang kurus dan perbedaan ini sangat jelas pada orang yang sangat gemuk. Hal tersebut berhubungan dengan efek tidak langsung obesitas melalui penyakit yang sering berkaitan dengannya seperti : hipertensi, diabetes mellitus, hiperlipidemia, penyakit jantung koroner. Selain itu obesitas menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti : penyakit hepar, batu empedu, stroke, komplikasi selama kehamilan, sebagai faktor resiko pada tindakan pembedahan, penyakit persendian dan sebagainya. Konsekuensi psikologis dan sosial juga penting dalam hal: kontak sosial, mencari pekerjaan, membeli pakaian jadi dan sebagainya.
Di Amenka Serikat, prevalensi obesitas meningkat cepat pada mereka yang berusia lebih/setelah 25 tahun dan pada usia 50-59 tahun lebih kurang sepertiga kaum pria dan setengah kaum wanita berat badannya lebih dan 20 % berat badan normal. Mereka menyadari obesitas dapat menimbulkan masalah cukup serius sehingga bersedia mengeluarkan berjuta-juta dolar untuk mencari jalan mudah untuk menurunkan kelebihan berat badannya.
Motivasi tersebut menjadi sasaran empuk bagi pengusaha yang jeli untuk menyediakan makanan rendah kalori, minuman pelangsing atau pencegah kegemukan. Tawaran lain berupa peralatan olah raga/fitness, instrumen listrik penghancur lemak untuk membentuk postur tubuh ideal terutama untuk ibu-ibu dan tidak ketinggalan jamu-jamu maupun obat-obat patent. Kecenderungan tersebut juga mulai nampak di negara kita, hal tersebut dapat kita ketahui dari iklan-iklan yang menawarkan produk maupun jasa yang berkaitan dengan masalah obesitas.
Usaha-usaha tersebut sering kali tidak berhasil terutama pada obesitas yang terjadi sejak kanak-kanak dan menimbulkan frustasi karena kurang mengetahui masalah obesitas secara benar.

References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.