Library Based-Research on the Linguistic-Stylistic Qualities of Literary English

Gideon Wibawa

Abstract


Artikel ditulis untuk menanggapi suatu kesalahpahaman terhadap studi sastra. Dalam observasi dan penelitian pustaka ia menjumpai sebab utamanya. Bila terdengar begitu banyak keluhan yang mengemukakan kurang/tidak bermanfaatnya studi sastra dalam sebuah masyarakat negara yang sedang membangun, maka ternyata pandangan salah itu ditimbulkan karena sikap dan pandangan sejumlah pengajar sastra yang kurang/tidak bersedia melihat kenyataan yang ada di tanah air dewasa ini. Kesusastraan Inggris diajarkan seturut cara yang dialaminya sewaktu mereka sendiri belajar sepuluh hingga dua puluh tahun yang lalu. Karya sastra berikut pengarang-pengarang terkenal ditempatkan pada sebuah panggung untuk dipuji dan dipuja keindahannya. Kenyataan itu jelas tidak seirama dengan derap pembangunan dan globalisasi yang dewasa ini berlangsung.
Penulis bermaksud menunjukkan bahwa dalam pola pendidikan nasional kita, karya sastra patut diturunkan serta diserahkan kepada generasi muda untuk di pelajari dan ditanggapi sesuai dengan kemampuan dan selera mereka. Ini hanyalah mungkin bila bukan sekedar nilai seninya yang diperhatikan, melainkan justru bahasa penulisannya. Dengan cara inilah segenap karya sastra dapat membantu meningkatkan serta memperjelas komunikasi.
Dengan memperhatikan dan menganalisa bahasa sastra, kemampuan seseorang menguasai bahasa Inggris akan ditingkatkan; jelas studi sastra cara ini memungkinkan dicapainya pengertian tentang kaidah bahasa, gaya bahasa dan nuansa bahasa yang sangat dalam. Penguasaan ini memungkinkan seseorang mampu menguasai dan menggunakan bahasa Inggris sefasih orang Inggris.

References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.