Kalsium dan Fungsi Sel

Widura .

Abstract


Sekitar 100 tahun yang lalu, Ringer menemukan bahwa ventrikel jantung percobaannya yang diberi air destilasi ternyata berhenti berkontraksi, kemudian bila ke dalam air destilasi tersebut ditambahkan NaCl dan CaCl2, kontraksi ventrikel akan kembali secara spontan, bahkan dapat berlangsung cukup lama, sehingga disimpulkan bahwa kontraksi otot membutuhkan garam kalsium(22). Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa eksitasi otot lurik katak oleh rangsangan syaraf motorik akan berhenti, bila konsentrasi kalsium dalam medium terlalu tinggi atau terlalu rendah. Di tahun-tahun berikutnya diketahui bahwa kalsium berperan sangat penting dalam mineralisasi tulang, pembekuan darah, aktivasi komplemen dan transmisi neuromuskuler.

Dalam dua dekade terakhir makin nyata bahwa perubahan konsentrasi kalsium ekstrasel dapat mempengaruhi berbagai proses seluler, termasuk sekresi(23,6) dan proliferasi sel(29), meskipun demikian, kalsium intrasel mungkin lebih penting, bertindak sebagai bagian dari sistem penghantaran signal yang menjembatani respons suatu sel terhadap rangsangan spesifik.

Menurut teori second messenger yang pertama kali disampaikan Sutherland(25), suatu hormon atau impuls syaraf adalah messenger pertama, sedangkan messenger kedua adalah cyclic AMP termasuk ion kalsium dan cyclic nucleotide lain. Pendapat yang menyatakan bahwa cyclic nucleotide hanya bekerja pada sistem yang tidak mengalami eksitasi, sedangkan ion kalsium hanya di sistem yang dapat tereksitasi, sudah tidak berlaku lagi. Banyak bukti menunjukkan bahwa dalam banyak sistem sel, ion kalsium dan cyclic nucleotide bekerja sebagai messenger yang berpasangan(21), seperti yang terlihat pada tabel 1.

References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.