Visual Langguage Intergrate Mind Media –Heritage
Abstract
Kita kenal system penggambar NPM ( Naturalis-Prespektif-Momen opname) dari barat yang berglobalisasi melalui kolonialisme.Pola pikiran barat di balik itu antara lain pada Fisika Klasik Newton (1687) yang memisahkan ruang dengan waktu,hingga senirupa barat (lukisan dan patung )jadi seni ruyang,Ia memenangkan ruan,berkesan 3 matra,tapi kehil;angan matra waktu,Lukisan NPM jadi gambar mati (still picture) dan patungnya diam tak bergerak.Ternyata bahasa rupa NPM barat secara umum,maupun bahasa rupa media rupa rungu (audio visual ) barat tidaklah seuniversal yang kita duga .Misalnya film barat cenderuk bercerita melalui ekspresi wajah,karena itu banyak digunkan close up.Seni tradisi Indonesia cenderung bercerita melalui sikap tubuh ( gesture ) , karena itu tokoh digambarkan dari kepala hingga kaki.
Penelitian kami menemukan bahwa gambar prasejarah,primitive,tradisi,dan anak,system menggambarnya mirip dan memiliki marta waktu ( berbeda dengan NPM),karenanya ia bias bercerita dan mengembangkan bahasa rupa.Jadilah gambar mati yang hidup dan dan bahasa rupanya jadi bahasa rupa hidup.Untuk mudahnya gambar prasejarah,primitive , tradisi , anak, kami sebut gambar ”tradisi”.Ternyata gambar tradisi dan seni rupa tradisi akrab dengan teori relativitas Khusus Einctein (1905) yang menyebut bahwa : “Tiap benda di alam memiliki ruang dan waktunya sendiri yang tak persisi sama satu dengan yang lain,tapi kesemua benda tersebut dapay merupaka bagian dari satu tema yang sama.Einstein menyebutnya teori RWD ( ruang waktu datar ).Teori relativitas Einstein sanbat sulit,abstrak dan dan memakai matematika tinggi,hingga sulit dimengerti.Tapi dengan mudah dapat di jelaskan dengan gambar trasisi, misalnya relief cerita Borobudur,gambar wayang beber atau gambar anak, yang akan sudah lama akrab dengan teori Einstein tersebut. Oleh karena itu gambar dan bahasa rupa tradisi kami sebut bahasa rupa RWD.
McLuhan menyebut bahwa NPM merupaka media panas karena semua informasi telah ada di dalamnya,pemirsa jadi dingin pasif tinggal menerimadan tidak perlu lagi berimajinasi atau berfikir.Sedangkan RWD merupakan media dingin , karena pemirsa perlu panas aktif beriimajinasi dan berfikir untuk mengkap cerita gambarnya, karena informasinya belum lengkap.
RWD dan NPm tak perlu dipertentangkan, sebab kombinasi keduanya sudah ada sejak jaman preasejarah, masa kini, dan hari esok. Semua tergantung kebutuhannya, hingga terbuka kemunginan untuk memadukan keduanya menjadi bahsa rupa dunia. Kini jelas adanya erat antara jati diri , pola pikir ,dan bahasa rupa dunia akan mampu memadukannya jadi “satu bahasa”. Sementara itu banyak manusia barat yang belum akrab dengan NPM.
Oleh sebab itu pendidikan perlu menjebatani ini kearah ditemukanya bahasa rupa dunia tersebut.
Kata kunci : Bahasa rupa,Pola pikir, Media, Jati diri.
References
Full Text: PDF
Refbacks
- There are currently no refbacks.