Pengaruh Ukuran Butir terhadap Water Absorption Material Crushed Limestone Padalarang

Andrias Suhendra Nugraha, Zulhazmi Ardi

Abstract


Salah satu kriteria desain timbunan pada suatu konstruksi perkerasan jalan adalah
parameter kompaksi. Parameter kompaksi yang dimaksud antara lain adalah berat volume kering
maksimum, γdry max dan kadar air optimum, wopt yang diperoleh dari uji kompaksi material
timbunan di laboratorium. Kadar air, w suatu material akan berdampak pada kemampuan
(workability) material tersebut saat uji kompaksi di laboratorium dilaksanakan. Untuk kondisi
dimana kadar air, w material uji melampaui nilai kadar air optimum, wopt, maka terdapat kondisi di
mana material uji tidak lagi mempunyai kemampuan menyerap air, sehingga jumlah air yang
ditambahkan terhadap material uji tidak dapat secara optimal diserap oleh material uji. Untuk
mengantisipasi tidak terjadinya ketidakmampuan material dalam hal menyerap air pada uji
kompaksi, maka diperlukan suatu proses uji untuk memberikan informasi tentang kemampuan
penyerapan air. Salah satu proses uji tersebut antara lain adalah uji water absorption (WA).
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ukuran butir terhadap water
absorption material crushed limestone. Material crushed limestone yang digunakan berasal dari
daerah Padalarang, Jawa Barat dengan ukuran butir maksimum, dmax = 2,0mm dan dmax =
4,75mm. Jenis gradasi dari material uji adalah poorly graded. Pengujian water absorption
mengacu pada standar NF EN 1097-6:2001 (European Standard).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ukuran butir maksimum dari dmax
2,0mm ke 4,75mm untuk material crushed limestone Padalarang dengan jenis gradasi poorly
graded, menghasilkan penurunan nilai water absorption, WA sebesar 42,65% dan peningkatan
kadar air, w maksimum sebesar 40,94%.
Kata kunci: crushed limestone, water absorption, ukuran butir

References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.