Gillette's Positioning Strategy

Benny T.

Abstract


Nama Gillette bisa dibilang telah melekat di benak orang Indonesia sebagai nama pisau cukur. bahkan untuk sebagian besar orang Indonesia nama Gillette telah berubah dari brand name menjadi generik name, di mana kata "Gillette" telah diadopsi menjadi silet yang artinya pisau cukur. Hal ini terjadi karena produk pisau cukur yang pertama dikenal orang Indonesia adalah bermerk Gillette, hal serupa }uga terjadi pada produk pasta gigi Odol yang telah menjadi nama generik dikalangan masyarakat. Kondisi ini tentu akan mempengaruhi tingkat penjualan Gillette karena loyalitas konsumen terhadap merek Gillette akan berkurang dan konsumen mau saja ditawari pisau cukur dengan merek lain. Hal yang biasa terjadi di toko-toko kelontong adalah ketika seorang pembeli akan membeli pisau cukur, dimana pembeli tersebut menyebutkan akan membeli pisau silet (dari kata "Gillette") ternyata mau saja ketika ia ditawari pisau cukur bermerek lainnya.

Menyadari bahaya perubahan nama produknya menjadi nama generik, Gillette Company mulai merubah strategi pemasarannya. Hal pertama yang dilakukan adalah merubah kemasan produknya dengan lebih menonjolkan nama Gillette menjadi lebih besar dan berwarna terang sehingga dapat dikenali dengan mudah dan cepat oleh para konsumen. Hal lainnya adalah menempatkan produk-produknya di outlet-outlet supermarket sehingga memudahkan konsumen untuk mencarinya. Dan hal terakhir adalah melakukan repositioning strategy di benak konsumen dengan merubah bentuk iklannya. Dalam tulisan ini saya akan memfokuskan pembahasan pada positioning strategy yang dilakukan Gillette Company.

References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.