Kesepian dan Masalahnya

Matius Nanang H.

Abstract


Kesepian dirasakan oleh mereka yang sedang ditinggalkan anggota keluarga yang hepergian atau sedang ditugaskan ke tuar kota untuk sementara sehingga terpisah dari teman-teman dan keluarga. Sampai taraf tertentu kesepian adalah hat yang wajar. Tetapi jika rasa sepi ini mulai mengganggu seseorang maka kesepian sudah menjadi masalah baginya.

Orang yang kesepian adalah orang yang membutuhkan orang lain untuk melakukan relasi-relasi tertentu entah sebagai teman, kenalan, tempat pencurahan kasih sayang atau sebagai kekasih. Mereka membutuhkan orang lain clan memang hubungan yang baik membutuhkan komunikasi serta sikap saling percaya. Hubungan seperti ini memberikan dua keuntungan yaitu : orang dapat mengetahui nilai-nilai yang sebenarnya ia miliki serta menjadi sadar akan hal apa yang sedang menimpanya. Kesepian timbul karena dua hat ini tidak ada sehingga orang merasa dirinya tidak bernilai.

Kesepian tidak sama dengan `menarik diri dengan sengaja' (voluntary withdrawl) dimana orang yang membutuhkan kesunyian seperti untuk mengarang buku atau menyelesaikan skripsi. Disini tidak terjadi kesepian karena orang justru dengan sengaja melepaskan diri dari suatu hubungan mutualistik dengan orang lain untuk tujuan-tujuan tertentu.

Kesepian yang negatip sebagian besar disebabkan oleh sikap orang yang negatip yaitu merasa diri tidak bernilai dihadapan orang lain atau karena sikap orang lain yang tidak menghargainya; ternyata sangat mengganggu perasaannya.


References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.