Hubungan Gaji dan Kinerja Sebuah Analisis Kasus Hotel Shangri-la dan Industri Perbankan

Se Tin

Abstract


Gaji selalu menarik untuk dibicarakan, sebab gaji menyimpan fungsi tradisional sebagai pemenuh kebutuhan hidup. Bagi perusahaan, gaji merupakan perangkat manajemen sumber daya manusia modern untuk menentukan standar kecakapan seseorang di suatu bidang pekerjaan.

Yang perlu diperhatikan dari manajemen sumber daya manusia ialah bagaimana mengkomunikasikan strategi perusahaan dengan baik sehingga kesejahteraan karyawan dapat ditingkatkan melalui sistem penggajian yang ada. Masalahnya ialah perusahaan seringkali tidak melihat unsur rewards atau kompensasi sebagai komponen strategi yang dapat secara langsung menunjang pencapaian tujuan bisnis sehingga sering terjadi kesalahan dalam pemberian kompensasi.

Kompensasi yang kurang akan menimbulkan ketidakpuasan kerja yang berdampak pada turunnya daya tarik pekerjaan, terjadi perputaran karyawan, dan meningkatkan absensi. Ketidakpuasan ini akhirnya menimbulkan stres pada karyawan dan menurunkan kinerja (Bedeian & Zammuto, 1991). Karyawan akan kehilangan persepsi terhadap perusahaan. Ini biasanya ditandai dengan keluhan berkepanjangan soal minimnya gaji yang diterima, yang lama kelamaan akan menimbulkan mogok kerja.

Sebaliknya, perusahaan yang memberikan kompensasi secara berlebihan akan menjadi bumerang bagi perusahaan maupun karyawannya. Kompensasi yang berlebihan akan menurunkan daya saing perusahaan dan meningkatkan rasa iri antar karyawan (Bedeian & Zammuto, 1991). Kondisi ini lama kelamaan akan menurunkan produktivitas kerja.


References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.