Estimasi Biaya Dengan COCOMO (Constructive Cost Model)

Bunamin Uning

Abstract


COCOMO didefinisikan oleh Boehm(1981). Teknik ini melakukan estimasi biaya dengan pendekatan algoritma matematis (algorithmic cost estimation). Hampir semua model estimasi algoritma menunjukkan hubungan eksponensial, seperti dapat dilihat dalam rumus dasar berikut ini [Fra92]:

PM = a (KI,OC)h                                                      <1>

Dimana PM adalah person months dan KLOC adalah kilo lines of code.

 

Motivasi utama dari model COCOMO [Boe84] adalah untuk untuk membantu mengetahui konsekuensi biaya dari keputusan yang akan diambil saat commissioning, developing, and supporting produk perangkat lunak. Aktualnya, COCOMO terbagi menjadi tiga tingkatan, yiatu: basic, intermediate, dan advanced. Tingkatan ini menunjukkan tingkat detail dari model, yaitu

-        basic: merupakan estimasi-macro tunggal (single macro-estimation), yaitu fungsi dari ukuran program, yang ditunjukkan dalam LOC,

-        intermediate: merupakan fungsi dari ukuran program dan "cost drivers" yang menyertakan tafsi.ran yang subjektif atas produk, perangkat keras, personil, dan atribut-atribut proyek,

-        advanced: merupakan estimasi mikro (micro-estimation), yang memadukan semua karakteristik dari model intermediate dengan perkiraan "cost drivers" pada tiap langkah proses rekayasa (yaitu: analisis, disain, dst.).

Atribut "cost drivers" dapat dibagi atas empat kategori [Pre92], yaitu:

1.    Atribut produk:

•      RELY:      reliabilitas perangkat lunak yang diminta,

•      DATA:     ukuran database aplikasi,

  •  CPLE:       kompleksitas dari produk.

2.    Atribut perangkat keras

•      TIME:       kendala unjuk-kerja run-time (waktu eksekusi),

•      STOR:      kendala memori,

•       VIRT:      volatility dari lingkungan mesin virtual,

•      TURN:     permintaan waktu turnaround.

3.    Atribut personil:

•      ACAP:      kemampuan analisa,

•      PCAP:       kemampuan rekayasa perangkat lunak,

•      AEXP:      pengalaman dengan aplikasi,

•     VEXP:       pengalaman dengan mesin virtual,

•      LEXP:       pengalaman dengan bahasa pemrograman.

4.    Atribut projek:

•     TOOL:       penggunaan alat bantu (tools) perangkat lunak,

•     MODP:     aplikasi dari metoda rekayasa perangkat lunak,

•     SCED:       schedule pengembangan yang dibutuhkan.

 


References



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.